Ahhh…it’s been too long, dan gw sudah hampir lupa bagaimana rasanya saat bersusah payah dengan gentoo/linux saat kuliah dulu. Gentoo merupakan distro linux yang paling banyak mengajarkan tentang linux untuk gw. Mulai sejak cerita ke Javatype (R.I.P) saat gw ingin belajar linux lebih dalam karena ketidakpuasan saat menggunakan redhat, sampai akhirnya disarankan menggunakan gentoo (saat itu Javatype juga sudah pakai gentoo), beli cd-nya dari gudanglinux dan coba instal TANPA internet. Dulu saat kuliah sama saja dengan kebanyakan orang angkatan gw, kesulitan untuk dapat koneksi internet. Dan gentoo versi awal saat itu gak bisa diinstall tanpa koneksi inet.
Alhasil selama 3 bulan mengalami putus asa karena gagal install gentoo, sampai akhirnya muncul distro gentoo 2004.3 yang didalamnya sudah dilengkapi paket GRP yang cukup sehingga bisa di Install tanpa koneksi internet. Dan terinstal lah gentoo untuk pertama kalinya. Saat itu gw juga sempat buat tutorial instalasi gentoo dalam bahasa Indonesia yang kemudian diwariskan oleh junior-junior di lab yang meng-handle pinguin.stttelkom.ac.id (YUP, sejak saat itu dia ttp pake gentoo sampai saat ini). Dulu rasanya susah banget ajarin junior2 tersebut install gentoo, tapi 2 tahun kemudian saat gw mengunjungi lab hampir semua linux mereka menggunakan gentoo, dan sudah gak karuan isinya. Mereka sudah jauh lbh tinggi pengetahuan gentoo nya
.
Sejak kerja memang udah gak pake gentoo lagi, karena satu hal dan lainnya. Penyebab utama adalah gak ada waktu lagi untuk ngoprek linux. Setelah menikah apalagi, harus membagi waktu antara pekerjaan, hobi, dan keluarga. Nah, mumpung lagi sendiri dan menunggu istri serta anak datang menyusul ke tanzania, gw udah siapin list aktivitas setelah pulang kerja agar tidak bosan dan efektif. Salah satunya adalah mengaktifkan kembali sistem gentoo di laptop.
Sebetulnya saat di-pakistan sudah sempat berhasil install gentoo 2007.0, biasanya pake installer gak pernah berhasil, somehow waktu itu berhasil walaupun masih terdapat banyak kekurangan. Sejak hari sabtu kemarin gw coba oprek-oprek gentoo lagi, join #gentoo di freenode serta bertanya beberapa hal yang signifikan untuk mengaktifkan gentoo. Juga bertanya ke salah satu junior di lab mengenai emerge sync, emerge system dan emerge world saat ini.
Alhasil sistem gentoo telah teraktivasi dengan baik kembali. Namun satu hal yang masih membuat gw penasaran sejak masih di pakistan dulu, yaitu resolusi 1280×800 pada intel graphic. Backtrack 3 berhasil menampilkan resolusi tersebut di laptop HP Pavilion dv6000 gw, dan sudah berulang kali membandingkan xorg.conf-nya dengan xorg.conf Gentoo namun belum bisa mendapatkan resolusi yang gw ingingkan. Bahkan gw udah menggunakan 915resolution yang merupakan patch untuk intel graphic card agar bisa menggunakan resolusi 1280×800 (karena secara default resolusi ini tidak di applied, sehingga BIOS-nya harus di patch). Seperti biasa, kesal dan putus asa. Dan seperti biasa, pola hidup gw gak karuan selama ngoprek. Makan telat, baju-baju kotor yang harus nya dikirim ke laundry dibiarin begitu saja, apartemen dibiarin berantakan, dan hanya menghabiskan waktu di depan laptop & internet. Namun…inilah yang bikin gw kangen. Mengingatkan gw dengan lingkungan Lab CnC STT Telkom (ups…IT Telkom namanya sekarang!).
Read the rest of this entry »
Recent Comments