Corat-coret kehidupan

Catatan kecil sehari-hari sebagai kenangan dimasa yang akan datang

Parameter salary konsultan saat overseas

Tags:

Seringkali terjadi diskusi menarik di milis parakontel (para kontraktor telekomunikasi indonesia), umumnya yang sering menjadi polemik adalah hal-hal non-teknis seperti masalah berapa rate salary yang tepat saat overseas. Dan diskusi tersebut baru-baru ini muncul di milis. Sebagai pendatang baru (newbie) hal tersebut biasanya menjadi masalah, terutama sekarang-sekarang ini. Saat saya mulai overseas dulu (tahun 2007) memang kabar yang terdengar rate untuk “ngagen” (istilah engineer-engineer telekomunikasi yang mengerjakan project overseas via agency) berkisar 7k (usd / eur). Namun pada kenyataannya tiap project tidak selalu sama.

Akhir-akhir ini beberapa project mengalami penurunan drastis, sehingga rate yang ditawarkan jauh dibawah 7k tersebut. Dan diskusi menarik tersebut muncul ketika salah satu peserta milis mempertanyakan hal tersebut dimana dia heran melihat project-project yang ditawarkan nilainya jauh dibawah rumor yang selama ini dia dengar. Berhubung saat itu project di georgia sudah selesai dan saya dalam masa tenggang menunggu project di armenia, maka saya coba buat sedikit summary mengenai masalah rate salary ke milis parakontel.

Milis parakontel saat ini sifatnya eksklusif, dalam arti pendatang baru yang ingin join harus menggunakan referensi dari anggota yang sudah join untuk bisa di approve. Jadi summary yang saya buat akan ditulis kembali disini dengan harapan bisa menjadi sedikit bekal informasi bagi para newbie yang kebetulan belum bisa mengakses milis / group parakontel.

Read the rest of this entry »

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Somebody who had that history…

TAGS: None

Unbelievable.

Dari dulu saya selalu senang membaca historis komputer dan teknologi, dan selalu berpikir sangat beruntung orang-orang yang pernah mengalami masa-masa revolusi teknologi tersebut, juga memahami kenapa di negara-negara seperti USA banyak terdapat hacker karena mereka paling tidak pernah mengenal komputer-komputer model lama yang pengoperasiannya masih ’sulit’. Bahkan beberapa orang yg masuk kategori untuk di wawancara dalam majalah elektronik phrack pernah memiliki komputer model lama seperti atari.

Resource yang merupakan orang paling tua pernah mengalami komputer jaman dulu adalah ayah saya. Dulu sejak masuk KS (Krakatau Steel) beliau mendapatkan kesempatan bekerja di bagian komputer, yang pada saat itu terbilang barang baru di perusahaan KS, sehingga orang-orang nya mendapatkan kesempatan untuk training ke German. Ayah saya selalu bilang, dalam dunia komputer ada 2 jenis: System dan Programing. Jaman dulu pembagian mayoritasnya seperti itu, dan ayah saya kebagian untuk menangani system (mainframe, server, network installation, etc). Beberapa kali saya menanyakan tentang komputer jaman dulu, beliau menceritakan bagaimana menginstall program hasil buatan orang lain ke dalam sistem dimana saat itu masih menggunakan sesuatu yg mirip punch card, bagaimana mengaturnya dalam sistem untuk kemudian di eksekusi oleh mainframe tersebut, bagaimana mengatur alokasi IP Address untuk komputer-komputer client yang hendak terhubung ke mainframe, dsb.

Hanya saja ayah saya terbatas pada lingkup kerja KS, dan seiring dengan bertambahnya tahun mulai menangani bagian lain selain komputer, sehingga tidak terlalu banyak yang bisa beliau ceritakan.

Disini saya sering berdiskusi dengan seorang customer yang telah cukup berumur. Pagi ini dia datang ke ruangan saya dan mengatakan bahwa program yang mereka buat sebagai solusi sementara atas masalah pointer berjalan dengan baik, dan dengan solusi ini maka untuk sementara sistem HLRD disini bisa bekerja dengan baik sebelum patch yang sebenarnya dilakukan bulan depan (seperti biasa, patch selalu makan waktu lama). Setelah itu pembicaraan berlangsung ke bagian teknis tentang bagaimana HLR Siemens yang lama bekerja disini, dan dia bercerita bahwa tidak habis pikir dengan apa yang ada dikepala para developer Siemens, dalam arti dia mengatakan mereka sungguh memiliki cara aneh dalam membuat produk. Beberapa waktu yang lalu dia bercerita tentang masalah yang dihadapi saat upgrade mesin HLR Siemens dari SR11 ke SR12. HLR classic siemens adalah mesin besar yang merupakan salah satu pilar awal mesin-mesin dalam jaringan telkom dan telkomsel, dan masih juga digunakan di beberapa operator dimana salah satunya Georgia (Magticom).

Read the rest of this entry »

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Pointer File

TAGS: None

So, sudah hampir 2 minggu sejak kerja di Tbilisi, Georgia, badan saya selalu kelelahan tiap pulang kerja. Entah karena lokasi tbilisi yang berada di dataran tinggi dan dekat daerah pegunungan sehingga udara disini lebih tipis, yang klo tidak salah dulu semasa di sekolah saya pernah membaca daerah seperti ini membuat tubuh kita bekerja lebih keras untuk merebut oksigen, atau karena energi yang dikeluarkan ditempat kerja jauh lebih berat dibandingkan tempat-tempat sebelumnya.

Sebetulnya saya sangatlah beruntung bisa dipercaya untuk meng-handle project HLRD/NT-HLR di Georgia, padahal pengalaman HLRD hanya belajar secara cepat di lapangan waktu handle project HLRi Tanzania. Walaupun HLRD bisa dibilang teknologi yang dibangun diatas HLRi dengan tambahan Apertio sebagai databasenya (LDAP Based), namun tetap saja umumnya suatu project akan mempertimbangkan pengalaman dari konsultan yang dicari.

So, here I am, memulai petualangan baru di salah satu negara caucasia.

Tipikal orang eropa adalah smart dan disiplin. Setelah customer Tanzania yang penuh office politik dan pressure sana sini, sekarang mendapatkan customer yang curiousity-nya cukup tinggi, didukung dengan background mereka tentang dunia IT yang cukup baik. Engineernya fasih menggunakan Linux, bahkan terbiasa membaca file melalui hex viewer, dan juga memahami programming dengan baik. Team leader customer adalah orang yang sudah cukup tua, mungkin hampir 60 tahun umurnya (kakek-kakek) tapi cerdas mengenai programming. Kebetulan disini ada masalah yang harus ditangani melalui patch software, dan sang kakek ingin tahu lebih dalam mengenai isi patch tersebut serta mekanisme kerja sistem saat ini secara mendetail dan low-level plus dimana posisi patch tersebut akan dilakukan.

Jadilah akhirnya saya ubek-ubek sistem dengan modal beragam dokumentasi (thx buat salah satu rekan di project Indonesia yang sering kasih dokumentasi lengkap :P ) plus support dari NSN Germany. Inti masalah mungkin tidak bisa diceritakan disini karena sifatnya vendor propriatary, tapi hal menarik disini adalah masalah pointer.

Salah satu isi teknologi dari sistem yang dihandle saat ini adalah SOAP (Simple Object Access Protocol), dimana terdapat SOAP Client dan SOAP server. SOAP client akan menghandle suatu proses yang disebut trigger dan merupakan hasil dari suatu proses di database, dalam hal ini LDAP. Teknologi C-NTDB dari apertio menggunakan in-memory execution, yang berarti segalanya di load ke memory, dalam hal ini harddisk hanya menjadi tempat penyimpanan untuk hal-hal seperti sistem operasi. Proses ini sangat cepat, dan karena sangat cepat sehingga SOAP Client yang dibatasi untuk meng-handle hasil transaksi setiap range waktu tertentu untuk kemudian dikirimkan ke SOAP Server tidak dapat langsung memproses hasil transaksi database tersebut. Alhasil, digunakan metode temporary storage didalam disk yang biasa disebut buffer.

Secara logis, hasil transaksi yang tidak bisa dihandle oleh SOAP Client karena jumlahnya yang terlalu besar akan masuk ke suatu file buffer terlebih dahulu, kemudian jika ada slot kosong dari proses SOAP Client yang aktif maka proses tersebut akan membaca dari file buffer untuk kemudian dikirim request nya ke SOAP Server. Standard procedure dan semua orang sudah tau tentang algoritma seperti ini.

Yang menjadi pertanyaan spesifik dari customer adalah bagaimana internal proses dari SOAP Client tersebut, dimana SOAP Client menggunakan suatu file pointer sebagai acuan mengenai data yang ada di dalam file buffer. Bagaimana mekanisme SOAP Client dalam menggunakan file pointer untuk mengetahui di segment mana dalam file buffer letak request selanjutnya yang belum di proses ke SOAP server?!

Pertanyaan yang harus saya jawab dengan menggunakan terminologi programming kepada customer.

Yang kemudian lucu adalah ketika customer dengan rasa ingin tahu tinggi tersebut bermain-main dengan file buffer serta file pointernya. File buffer adalah text file yang size maximumnya bisa 1 GB, sedangkan file pointer adalah binary, yang jika dibuka dengan hexa viewer / di dump dengan hexdump hasilnya seperti berikut:

$ file DEFAULT.msgBuf.ptr
DEFAULT.msgBuf.ptr: data
$ hexdump HLR-RR-DEL-DEFAULT.msgBuf.ptr
0000000 5340 0a0f 0000 0000 6f2f 7470 732f 6664
0000010 742f 706d 732f 616f 2f70 4c48 2d52 5252
0000020 442d 4c45 442d 4645 5541 544c 6d2e 6773
0000030 7542 0066 0000 0000 0000 0000 0000 0000
0000040 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000
*
0000070 ee2d 00d6 0000 0000 0000 0000 0000 0000
*
0000090 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000
*
00000b0

Pertanyaan customer cukup sederhana, jika file pointer tersebut mengatur SOAP Client untuk mengambil request yang mengantri dari suatu file text dalam disk, seharusnya file pointer tersebut berisi informasi yang bisa dilihat. Tapi pada kenyataannya dalam bentuk hexa diatas hanya ada informasi mengenai absolute path (offset 0×00000008 – 0×00000033) dari file buffer serta ukuran (offset 0×00000070 – 0×00000073) file bufer tersebut, tidak ada informasi mengenai segment keberapa yang harus diambil oleh SOAP Client dari file buffer untuk dieksekusi.

Well, untuk masalah ini saya katakan bahwa dalam suatu sistem ada file-file khusus yang hanya bisa dibaca oleh suatu proses atau aplikasi tertentu, tapi tidak bisa dibaca oleh aplikasi lain. Awalnya mereka bersikeras bahwa suatu file walaupun binary tetap saja hanyalah kumpulan bit, yang jelas-jelas terlihat diatas bahwa selain absolute path serta informasi file size tidak ada data lain, yang berarti seharusnya NSN memiliki penjelasan lain yang masuk akal bahwa masalah saat ini bukan datang dari file pointer tersebut melainkan mungkin ada bug lain, seperti layaknya kernel linux yang seharusnya open terhadap dunia tapi terkadang di-patch secara diam-diam oleh core developer tanpa ada changelog yang jelas :P .

Dari NSN support jawabannya juga sama dengan perkiraan saya sebelumnya, file pointer adalah spesifik untuk SOAP Client, dan hanya SOAP Client yang bisa membaca informasi didalamnya dan mengerti bagaimana menggunakan informasi tersebut. Hal ini akhirnya saya sampaikan pada customer dan bilang sama mereka “you have to accept that” hehe..

Huff, tiap hari sebisa mungkin saya gunakan untuk mempelajari dengan baik sistem HLRD ini, semakin banyak masalah maka semakin banyak hal yang bisa digali dan itu akan mempercepat proses belajar disini. Semoga saja untuk short-term kontrak disini (rencana cuma sampai lebaran, dan saya serta istri sudah mempertimbangkan untuk tidak extend jika ada tawaran karena disini kurang nyaman terutama bagi muslim) banyak hal yang bisa didapatkan untuk digunakan sebagai modal project-project berikutnya di negara lain. Amin.

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Core Specialist/Design di Brussel

TAGS: None

Beberapa hari terakhir ada tawaran dari salah satu agency di UK (milanconsulting), agent tersebut mencari orang yang mengerti seluk beluk HLRi Siemens untuk clientnya. Posisi yang ditawarkan adalah permanent untuk wilayah Brussels, Belgium. Saya sendiri belum begitu jelas perusahaan apa yang disebutkan oleh agency tersebut, namun sepertinya sih semacam perusahaan konsultan yang menyediakan servis untuk operator telekomunikasi (GSM/UMTS) di Brussel, tebakan saya perusahaan tersebut menyediakan servis untuk Belgacom.

Di Indonesia sendiri juga ada perusahaan semacam itu, dan sepengetahuan saya ADA Cell adalah salah satu pemain awal di Indonesia.

Read the rest of this entry »

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Kontrak v.s Permanent

TAGS: None

Akhir-akhir ini saya cukup banyak berdiskusi mengenai pekerjaan dengan status permanen atau kontrak, beberapa rekan juga bertanya kenapa saya masih mau bekerja dengan status ‘kontraktor’. Bahkan dulu pernah ada teman baik yang sudah bekerja 2 tahun lebih di salah satu vendor Indonesia dengan status permanen, dia ingin pindah ke vendor lain dengan status kontrak namun mendapatkan gaji yang lebih tinggi, dan teman baik ini bertanya sama saya “gimana menurut lo kerja sbg kontrakan?”.

Status permanen dan kontrak, dari pandangan saya pribadi, gak bisa disamaratakan untuk setiap perusahaan atau situasi. Jaman dulu mungkin jurang pemisah antara kontrak dan permanen cukup lebar, banyak keuntungan-keuntungan yang bisa didapatkan dari status permanen dibandingkan kontrak, salah satunya adanya jaminan ‘kesejahteraan’. ‘Kesejahteraan’ (dlm tanda kutip) sebetulnya tergantung tiap individu, kesejahteraan seperti apa yang diinginkan. Ada perusahaan yang akan menjamin seluruh biaya pengobatan, ada yang memberikan rumah plus mobil, ada yang memberikan beragam akomodasi lainnya, dsb. Di Indonesia setau saya yang cukup berpengaruh untuk status permanen diantaranya perusahaan seperti Telkom, Telkomsel, Pertamina, Krakatau Steel, dan mungkin beberapa perusahaan lainnya. Sedangkan sebagian perusahaan lain menerapkan role yang tidak begitu beda antara karyawan permanen dan kontrak.

Read the rest of this entry »

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

© 2009 Corat-coret kehidupan. All Rights Reserved.

This blog is powered by Wordpress and Magatheme by Bryan Helmig.