Hal pertama yang selalu dipertanyakan oleh para kontraktor saat mendapatkan project disuatu negara adalah: Living Cost. Tiap project memiliki perbedaan, ada yang akomodasi mulai dari apartemen, kendaraan, tiket pulang pergi ditanggung oleh client. Namun ada juga yang segala tetek bengek akomodasi ditanggung sendiri oleh konsultan tersebut. Nah, jika sudah main tanggung sendiri maka akan menjadi masalah terutama jika tidak tahu kondisi negara tujuan. Bisa-bisa tekor karena nego harganya tidak sesuai dengan jumlah yang harus dihabiskan dinegara tujuan.
Tanzania terletak dikawasan Afrika Timur, terletak di pinggiran panta dan merupakan gabungan dari 2 negara besar, Tanganyika dan Kepulauan Zanzibar. Kota paling berkembang di Tanzania adalah ibukotanya, yaitu Dar Es Salaam. Dan seperti layaknya kota-kota berkembang lainnya, Dar Es Salaam terletak di kawasan pinggir pantai dimana kapal-kapal besar dapat merapat (seperti Jakarta).
Tanzania di klaim sebagai salah satu negara paling miskin dikawasan Afrika, namun pada kenyataannya merupakan salah satu negara dengan Living Cost yang sangat tinggi. Saya bahkan sempat ngobrol dengan salah satu pekerja dari luar negeri (eropa?) yang sempat tinggal beberapa bulan disini dan akhirnya menyerah, dia lebih memilih pindah ke Malaysia karena di Tanzania duitnya terkuras habis. Sangat mahal.
Jika dibandingkan, biaya hidup di Tanzania mirip dengan biaya hidup di eropa. Namun yang seringkali membuat kita tertawa miris adalah apa yang kita dapatkan dengan harga semahal itu sama sekali tidak sebanding. Contohnya: harga salah satu hotel di Tanzania 1 malam adalah $50. $50 berarti sekitar Rp.500,000 yang dikawasan Bandung akan mendapatkan hotel sekelas Panghegar. Di Tanzania, hotel $50 seperti mendapatkan sebuah motel berharga Rp.30, 000 dikawasan Jakarta. Silahkan dibayangkan sendiri seperti apa hotelnya
.
Mau hotel bagus dengan fasilitas seperti Panghegar jaman tahun 90an (tolong di baca baik-baik jaman tahun 90an nya)?!silahkan bayar antara $150 – $300 per harinya. Siaran TV nya jangan dibayangkan dapat HBO, yang akan didapatkan adalah 10 siaran TV yang 8 diantaranya TV lokal dengan gambar berantakan siaran tv nya cuma sedikit namun film-film nya cukup bagus jika menggunakan G-TV. Kamar mandi Bathub yang mewah?! In your dream. Kamar mandi yang akan didapatkan adalah shower biasa dengan interior biasa saja. Membuat saya teringat saat kerjain project di surabaya dan hotelnya cari yang murah, sekitar Rp.200,000. Persis sama kondisinya
.
Nah, jika ada yang mendapatkan project di Tanzania sebaiknya mempersiapkan diri dari awal. Di Tanzania tidak ada istilah GRATIS dan GAK ENAKAN. Orang-orang disini jika tahu yang dihadapi orang asing maka dalam sekejap otak bisnisnya langsung jalan. Jadi lebih baik negosiasi salary saat awal diperhitungkan baik-baik, terutama bagi para expatriate yang seluruh akomodasi ditanggung sendiri.
Berikut ini rincian harga di Tanzania:
$ 1 = 1,250 tsh (Tanzania Shiling)
1. Biaya makan 3000 tsh – 7000 tsh. Jika mau makan dipinggir jalan yang berdebu dan seadanya maka 3000 tsh pilihan yang tepat, namun jika memilih makanan chinese food ataupun jenis makanan lain yang lebih higienis maka 7000 tsh sudah cukup.
2. Apartemen di kawasan expatriate sekitar peninsula seharga $1,600 – $4, 000. Dari pusat kota hingga ke peninsula jika jam pergi/pulang kantor akan memakan waktu sekitar 1 Jam. Padahal jaraknya hanya 5 menit jika berkendara dengan kecepatan 20 KM/h pada keadaan sepi. Macetnya luar biasa. Di kawasan yang lebih jauh lagi bisa mendapatkan harga lebih murah, apartemen sekitar $800 – $1,500 tapi jika mendapatkan pekerjaan di daerah pusat kota maka tiap hari seperti perjalanan Jakarta – Cibubur, memakan waktu sampai 2 jam karena macet. Di Tanzania, mobil ada dimana-mana. Jadi sangat mengherankan jika banyak yang mengatakan Tanzania termasuk negara paling miskin
.
3. Perjalanan pulang pergi Indonesia – Tanzania biasanya menggunakan 2 jenis airlines, Qatar Airlines dan Emirates. Qatar lebih murah dibandingkan Emirates, namun untuk kenyamanan jelas Emirates lebih unggul. Tiap season harga tiketnya berbeda-beda. Tapi sebagai perbandingan, jika perjalanan dari Tanzania – Indonesia – Tanzania (2 way ticket) menggunakan Qatar untuk 1 orang dewasa sekitar $1,100 maka menggunakan Emirates sekitar $1,450.
4. Sewa mobil sekitar $30 – $40 per hari, ini untuk jenis mobil yang umum digunakan seperti Toyota Rav4.
5. Sebaiknya buang jauh-jauh pikiran untuk membeli barang setibanya di Tanzania, misalnya: berpikir untuk membeli baju, peralatan elektronik seperti handphone, dsb. di Tanzania. Jauh lebih baik membeli segala keperluan di Indonesia. Di Tanzania harganya tidak sebanding dengan harga yang bisa kita dapatkan di Indonesia. Contoh kecilnya: Saya membeli mainan anak kecil seharga 10,000 tsh berarti sekitar $8, di Indonesia jenis mainan seperti itu hanya sekitar Rp.3,000 yang bisa didapatkan di toko kecil. Namun jika kita convert $8 tersebut ke Indonesia Rupiah maka di Tanzania harga mainan tersebut menjadi hampir Rp. 80,000. Jadi beli segala keperluan di Indonesia.
6. Untuk urusan banking, bank internasional yang tersedia di Indonesia dan juga tersedia di Tanzania adalah standard chartered. Jadi jika memiliki rekening pada bank ini maka dapat dengan mudah diambil di Tanzania. Namun ada cara lain yaitu menggunakan fasilitas Visa. Saya sendiri kurang memahami kemampuan ATM dengan fasilitas Visa, namun yang pasti kartu ATM BCA tidak dapat digunakan, menurut pendapat saya karena PIN yang digunakan oleh ATM BCA adalah 6 digit sedangkat di Tanzania umumnya 4 digit. Kartu ATM dengan fasilitas Visa yang terbukti dapat dipergunakan adalah Mandiri. Jadi sebaiknya di Indonesia buka tabungan Mandiri dengan fasilitas kartu ATM platinum (biar bisa ambil banyak sekali tarik duit dari ATM), dengan begitu kita bisa tarik duit dalam bentuk TSH menggunakan kartu ATM mandiri tersebut (jangan kaget klo ternyata duit Rupiah nya cepat berkurang, karena 100,000 TSH berarti sekitar Rp.800, 000 dan itu paling hanya cukup untuk 1x isi bensin sampai full dan 2x makan siang).
Itu aja dulu mengenai Living Cost di Tanzania, jika ada yang mendapatkan project atau kesempatan bekerja di Tanzania bisa contact saya untuk mencari informasi tambahan. Di Tanzania, KBRI nya termasuk aktif. Bisa dibilang tiap sebulan sekali mengadakan acara rutin, jadi komunitas orang Indonesia di Tanzania cukup kompak dan aktif.
Cheers
Recent Comments