Cyberheb

[k-elektronik /export/home/staff/cyberheb]# cat .live

Lowongan Overseas IP Network

Tags: ,

Mungkin banyak yang berpendapat bahwa CCNA sudah ketinggalan jaman dan gak laku lagi. Saya masih ingat jaman dulu waktu pertama kali ambil CCNA sekitar tahun 2004, banyak yang bilang standar gaji untuk orang yang memiliki sertifikat CCNA min. 4 juta. Walaupun mungkin sebetulnya itu standar untuk 2-3 tahun sebelumnya. Pada saat itu yang memegang sertifikat CCNA sudah sangat banyak, bahkan anak-anak SMU pun sudah punya sertifikasi tersebut.

Umumnya pertimbangan gaji merupakan salah satu pemikiran orang mengambil suatu pekerjaan. Dan seiring dengan semakin banyaknya pemegang sertifikasi CCNA, seakan-akan sertifikat tersebut sudah tidak laku lagi di Indonesia. Sebetulnya hal yang wajar, dan sekarang minimal bersertifikasi CCNP, tapi CCNP tidak bisa diambil klo belum sertifikasi CCNA. Pada kenyataannya sekarang ini banyak sekali dibutuhkan orang-orang yang bersertifikasi Cisco (dan juniper), karena dunia sudah serba IP. Saya lihat lowongan-lowongan untuk overseas bidang IP network, umumnya mensyaratkan CCNA, CCNP. Dan bidang overseas ini tidak hanya sebatas network engineer atau network administrator, tapi sudah digunakan secara meluas oleh bidang telekomunikasi. Telekomunikasi mulai bergerak ke arah IP, terutama karena sebentar lagi akan mulai roll-out seluruh dunia untuk 4G yang notabene merupakan teknologi IP. Di vendor-vendor telekomunikasi sendiri seperti Ericsson Indonesia (dari yg saya dengar) sudah mulai mensyaratkan pengetahuan IP kepada para engineernya. Jadi para pemegang sertifikasi CCNA, CCNP semakin dibutuhkan didunia khususnya dunia telekomunikasi.

Jika jaman dahulu membicarakan gaji 4 jt per bulan untuk CCNA certified, saya rasa di bidang telekomunikasi akan mendapatkan lebih dari itu. Apalagi jika overseas, tentu akan berlipat-lipat dari itu. Dan negara-negara maju (USA, Europe, Middle-East) sangat membutuhkan resource-resource di bidang IP network ini, silahkan cari lowongan-lowongan overseas untuk CCNA/CCNP.

So, buat yang belum ambil sertifikasi cisco dan tertarik dengan bidang IP network, silahkan berusaha untuk lulus ujian sertifikasi tersebut. Materinya serta contoh ujiannya banyak bertebaran di internet, jadi tidak harus ikutan kursus khusus yang harganya jutaan. Happy Cisco Certified!

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Ah, ada review yak?! ;p

TAGS: None

Buat menambah semangat untuk kedepannya agar tetap menjaga performance, berikut hasil review managemen Vodacom yang diambil untuk semua support dari NSN:

==============================================================

NSN Operations Support Customer Satisfaction Questionery — Oct-Dec/2008

Rasyid Muhammad

1)  Has Operations Support engineer acted in a professional manner? 9

2)  How satisfied are you with co-operation between you / your team and him? 8

3)  Are you satisfied with his professional expertise / skills? 9

4)  How satisfied are you with his availability? 8

5)  Are your requests handled as those are agreed? 9

6)  Did you get adequate answers to your questions? 9

7)  Do you feel that he is working effectively? 9

8)  Does his activity meet with your expectations? 9

9)  How satisfied are you with the Operations Support manager? 8

10) How much are you satisfied with the quality of our service in general? 8

==============================================================

Well, unggul 2 angka dari rekan yang merupakan support untuk produk IN (Intelligent Network) dan kalah 1 angka dalam hal availability, kayaknya gara-gara gw suka dateng telat ke kantor hehe. IN & HLRi management Vodacom merupakan yang paling ditakutin oleh team NSN, so…this result is not bad for both of us ;p.

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

HLRD is coming…

Tags: ,

Yang pertama, hardware untuk HLRD (HLRi 3.0) akan datang sekitar akhir bulan atau awal bulan February ‘09. Schedule sudah ditentukan, sekitar 2 minggu untuk instalasi dan 4 minggu untuk commisioning. Untuk HLRD rencananya akan diimplementasikan pada 2 site. Dan time schedule tadi untuk satu site. Sedangkan untuk keseluruhan project hingga integrasi akan memakan waktu sekitar 8 bulan, yang berarti HLRD akan live sekitar bulan agustus-september 2009.

Untuk tipe pekerjaan seperti gw sulit mendapatkan training, karena intinya konsultan itu adalah expert yang di hire untuk mengerjakan project. Namun adakalanya jika teknologi baru muncul dan kita masih dalam jangka kontrak, atau customer puas dengan kinerja serta performa kita, maka kita akan beruntung mendapatkan kesempatan mempelajari teknologi baru tsb. Dan bagi konsultan, kesempatan belajar ini nantinya bisa digunakan untuk mengerjakan project di tempat lain. Teknologi selalu berkembang, dan project umumnya akan menggunakan teknologi2 baru. Biasanya kesempatan training dan mempelajari teknologi baru hanya didapatkan saat kita bekerja di tempat yang permanen, dan jika sudah kerja sebagai konsultan serta tidak mendapatkan kesempatan untuk upgrade teknologi, maka skill yang kita miliki akan expired. Bisa dipastikan kesempatan untuk kerja via agency tinggal menunggu waktu saja karena project akan meninggalkan teknologi lama.

Jika client/customer menginginkan kita untuk tetap stay mengerjakan project mereka ketika upgrade teknologi baru berlangsung, biasanya ada beberapa pilihan. Yang pertama, kita akan ditraining, dengan aturan kita akan di bonding (di ikat) selama jangka waktu tertentu. Jadi gak boleh pindah project. Buat yang kerja via agency (consultant) dimana negara tersebut sudah membuat kita nyaman dan bayaran nya juga oke maka hal ini suatu keberuntungan. Karena selain kontrak kita aman untuk jangka waktu cukup panjang (mis: 1 tahun ke depan), pendapatan yang didapatkanpun (sangat) memuaskan plus kita enjoy dinegara tersebut.

Yang kedua, kita akan ditraining, tapi dengan aturan bayarn sendiri. Atau bisa juga bayar 50:50 dengan client yang projectnya kita handle. Biasanya bayaran untuk training teknologi baru sangat mahal, untuk HLRD sendiri berdasarkan informasi dari rekan di Indonesia yang sudah pergi untuk training HLRD memakan biaya sekitar paling tidak Eur 10,000. Training HLRD berlangsung di Germany. Belum lagi biaya hidup selama disana yang notabene pasti mahal (untuk hotel sekitar Eur 100 – Eur 150).

Beberapa bulan yang lalu, NSN dan Vodacom Tanzania sepakat mereka ingin terus mendapatkan support dari gw sampe teknologi HLRD. Namun, Vodacom mensyaratkan support dari NSN untuk training terlebih dahulu ke germany jika ingin terlibat dengan project HLRD ini. Persyaratan ini datang dari Director Vodacom. Manager vodacom dan manager gw di NSN sempat manggil (secara terpisah ;p) dan masing-masing menyarankan gw ambil training ke German, krn mereka ingin gw untuk tetap support hingga HLRD. Sebetulnya, gw udah dengar ttg teknologi HLRD sejak masih kerja di Siemens Indonesia 2 tahun lalu. Telkomsel berencana untuk menggunakan HLRD. Namun teknologi ini baru di implementasikan sekarang-sekarang ini (Trial di Telkomsel baru berlangsung beberapa minggu). Dan operator-operator diseluruh dunia sudah mulai banyak yang mencoba (trial) teknologi ini. Di Tanzania bukan lagi trial, namun memang sudah dibeli dan akan di implementasikan. HLRD adalah teknologi sangat canggih, dan gw pengen banget belajar serta terlibat langsung dengan teknologi ‘wah’ ini. Apalagi setelah hanya mendengar rumor ttg ini sejak 2 tahun lalu.

Tapi ada beberapa pertimbangan. Yang pertama, gw gak suka sistem bonding. Karena dengan begitu kita kerja seperti terpaksa. Sedangkan gw ingin kerja dengan menikmati sepenuhnya, jadi kalupun kontrak diperpanjang (yang berarti alhamdulillah dapur masih aman untuk beberapa saat kedepan ;p) sedangkan gw udah pengen putus kontrak karena satu dan lain hal, berarti nanti akan jadi masalah. Yang kedua, gw benci training hehe. Seperti belajar didalam kelas, dan itu biasanya buat gw ngantuk. Jadi gw selalu berpikir training di kelas adalah USELESS!Gw tipikal yang menikmati OJT (On Job Training), jadi sekalian belajar sekalian langsung terlibat dalam project. Itu jauh lebih berharga dan bermanfaat. Yang ketiga, rasanya sulit klo harus bayar training yang semahal itu, walaupun bisa 50:50 dengan NSN. Ditambah lagi berarti harus meninggalkan anak+istri di Tanzania selama hampir sebulan.

Alhasil, gw tolak secara halus saran dari Manager Vodacom dan Manager NSN untuk pergi training ke German. Gw bilang terus terang klo merasa training ke German itu hanya buang-buang uang dan gak akan berhasil buat gw, jauh lebih cocok liat barang dan baca manual trus langsung kerja. Tapi tentu saja dalam project besar seperti ini managemen gak akan setuju barang mereka di handle oleh orang yang belum tau sama sekali tentang teknologi tsb.

Beberapa minggu stlh itu, dari pihak NSN di rekruit satu orang lokal Tanzania. Orang ini lulusan Canada dan telah pengalaman kerja di Huawei Tanzania sekitar 1 tahun. Menurut manager NSN, dia akan dipersiapkan untuk project HLRD. Jadi dia inilah yang nantinya akan ditraining ke German, sehingga aturan dari Vodacom dapat terpenuhi. Dan orang ini nantinya akan menjadi tenaga lokal untuk support project HLR Vodacom dari NSN. Gw mendapatkan tugas melatih dia terutama basic-basic HLRi. Selang beberapa lama, ternyata ada kabar bahwa resource dari South Africa yang telah training di German akan datang ke Tanzania untuk implementasi HLRD. Well, itu berarti akan jauh lbh baik kondisinya. Karena project berjalan, gw bisa ttp stay belajar sambil mengerjakan project HLRD. Dan resource dari South Africa ini adalah contact person untuk trobule ticket dari HLRi Tanzania, dan orangnya cukup asyik. Gw udah bayangin commisioning bareng mereka bakal asyik bngt.

Kemarin ada pemberitahuan lain dari manager NSN, ternyata akan ada training untuk HLRD yang diselenggarakan di Tanzania. Orang-orang vodacom (engineer + head of department + manager) akan ikut training ini, serta orang-orang permanen NSN Tanzania. Dan cukup mengejutkan karena gw termasuk yang disuruh ikutan training. Klo lihat dari prosesnya sih gak ada aturan-aturan yang mengikat, dalam arti mungkin gw dapet training ini secara gratis. Well, walaupun training akan membosankan, tapi paling tidak setelah selesai bisa taro di CV pernah ikutan training, apalagi klo bukan modal untuk… :P

Hum, waktunya untuk kembali membaca ttg HLRD project, dokumen2 (hardware, schedule, etc) telah masuk. Fun TIME!

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Pajak pajak pajak

TAGS: None

Masih simpang siur tentang aturan pajak pemerintah Indonesia ini khusunya bagi mereka yang bekerja di luar Indonesia. Ada yang mengatakan yang bekerja di Indonesia tidak terkena pajak Indonesia karena tidak mengambil keuntungan dari tanah Indonesia, ada yang mengatakan jika sudah bekerja lebih dari 183 hari di luar Indonesia tidak terkena pajak, ada juga yang mengatakan akan ada kalkulasi karena orang yang bekerja di luar Indonesia sudah terkena pajak di negara tersebut, sehingga saat di Indonesia akan dikenakan sisa pajaknya.

Itu berarti, mau kerja dimanapun selama masih menggunakan embel-embel Warga Negara Indonesia tetap harus bayar pajak kepada pemerintah Indonesia. Dan bagi yang bekerja dengan mekanisme tax-free harus membayar full aturan pajak pemerintah ketika sampai di Indonesia. What an idiot statement…

Ini salah satu contoh perhitungan pajak bagi mereka yang tinggal di luar Indonesia, dan ini berarti para TKW yang dengan susah payah menjadi servant di luar Indonesia masih tetap harus bayar pajak, itu pun masih harus membayar kepada para lintah yang nungguin mereka di bandara Soekarno-Hatta.

Indonesia…indonesia…

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Living Cost Tanzania – Dar Es Salaam

Tags:

Hal pertama yang selalu dipertanyakan oleh para kontraktor saat mendapatkan project disuatu negara adalah: Living Cost. Tiap project memiliki perbedaan, ada yang akomodasi mulai dari apartemen, kendaraan, tiket pulang pergi ditanggung oleh client. Namun ada juga yang segala tetek bengek akomodasi ditanggung sendiri oleh konsultan tersebut. Nah, jika sudah main tanggung sendiri maka akan menjadi masalah terutama jika tidak tahu kondisi negara tujuan. Bisa-bisa tekor karena nego harganya tidak sesuai dengan jumlah yang harus dihabiskan dinegara tujuan.

Tanzania terletak dikawasan Afrika Timur, terletak di pinggiran panta dan merupakan gabungan dari 2 negara besar, Tanganyika dan Kepulauan Zanzibar. Kota paling berkembang di Tanzania adalah ibukotanya, yaitu Dar Es Salaam. Dan seperti layaknya kota-kota berkembang lainnya, Dar Es Salaam terletak di kawasan pinggir pantai dimana kapal-kapal besar dapat merapat (seperti Jakarta).

Tanzania di klaim sebagai salah satu negara paling miskin dikawasan Afrika, namun pada kenyataannya merupakan salah satu negara dengan Living Cost yang sangat tinggi. Saya bahkan sempat ngobrol dengan salah satu pekerja dari luar negeri (eropa?) yang sempat tinggal beberapa bulan disini dan akhirnya menyerah, dia lebih memilih pindah ke Malaysia karena di Tanzania duitnya terkuras habis. Sangat mahal.

Jika dibandingkan, biaya hidup di Tanzania mirip dengan biaya hidup di eropa. Namun yang seringkali membuat kita tertawa miris adalah apa yang kita dapatkan dengan harga semahal itu sama sekali tidak sebanding. Contohnya: harga salah satu hotel di Tanzania 1 malam adalah $50. $50 berarti sekitar Rp.500,000 yang dikawasan Bandung akan mendapatkan hotel sekelas Panghegar. Di Tanzania, hotel $50 seperti mendapatkan sebuah motel berharga Rp.30, 000 dikawasan Jakarta. Silahkan dibayangkan sendiri seperti apa hotelnya :) .

Mau hotel bagus dengan fasilitas seperti Panghegar jaman tahun 90an (tolong di baca baik-baik jaman tahun 90an nya)?!silahkan bayar antara $150 – $300 per harinya. Siaran TV nya jangan dibayangkan dapat HBO, yang akan didapatkan adalah 10 siaran TV yang 8 diantaranya TV lokal dengan gambar berantakan siaran tv nya cuma sedikit namun film-film nya cukup bagus jika menggunakan G-TV. Kamar mandi Bathub yang mewah?! In your dream. Kamar mandi yang akan didapatkan adalah shower biasa dengan interior biasa saja. Membuat saya teringat saat kerjain project di surabaya dan hotelnya cari yang murah, sekitar Rp.200,000. Persis sama kondisinya :) .

Nah, jika ada yang mendapatkan project di Tanzania sebaiknya mempersiapkan diri dari awal. Di Tanzania tidak ada istilah GRATIS dan GAK ENAKAN. Orang-orang disini jika tahu yang dihadapi orang asing maka dalam sekejap otak bisnisnya langsung jalan. Jadi lebih baik negosiasi salary saat awal diperhitungkan baik-baik, terutama bagi para expatriate yang seluruh akomodasi ditanggung sendiri.

Berikut ini rincian harga di Tanzania:

$ 1 = 1,250 tsh (Tanzania Shiling)

1. Biaya makan 3000 tsh – 7000 tsh. Jika mau makan dipinggir jalan yang berdebu dan seadanya maka 3000 tsh pilihan yang tepat, namun jika memilih makanan chinese food ataupun jenis makanan lain yang lebih higienis maka 7000 tsh sudah cukup.

2. Apartemen di kawasan expatriate sekitar peninsula seharga $1,600 – $4, 000. Dari pusat kota hingga ke peninsula jika jam pergi/pulang kantor akan memakan waktu sekitar 1 Jam. Padahal jaraknya hanya 5 menit jika berkendara dengan kecepatan 20 KM/h pada keadaan sepi. Macetnya luar biasa. Di kawasan yang lebih jauh lagi bisa mendapatkan harga lebih murah, apartemen sekitar $800 – $1,500 tapi jika mendapatkan pekerjaan di daerah pusat kota maka tiap hari seperti perjalanan Jakarta – Cibubur, memakan waktu sampai 2 jam karena macet. Di Tanzania, mobil ada dimana-mana. Jadi sangat mengherankan jika banyak yang mengatakan Tanzania termasuk negara paling miskin :) .

3. Perjalanan pulang pergi Indonesia – Tanzania biasanya menggunakan 2 jenis airlines, Qatar Airlines dan Emirates. Qatar lebih murah dibandingkan Emirates, namun untuk kenyamanan jelas Emirates lebih unggul. Tiap season harga tiketnya berbeda-beda. Tapi sebagai perbandingan, jika perjalanan dari Tanzania – Indonesia – Tanzania (2 way ticket) menggunakan Qatar untuk 1 orang dewasa sekitar $1,100 maka menggunakan Emirates sekitar $1,450.

4. Sewa mobil sekitar $30 – $40 per hari, ini untuk jenis mobil yang umum digunakan seperti Toyota Rav4.

5. Sebaiknya buang jauh-jauh pikiran untuk membeli barang setibanya di Tanzania, misalnya: berpikir untuk membeli baju, peralatan elektronik seperti handphone, dsb. di Tanzania. Jauh lebih baik membeli segala keperluan di Indonesia. Di Tanzania harganya tidak sebanding dengan harga yang bisa kita dapatkan di Indonesia. Contoh kecilnya: Saya membeli mainan anak kecil seharga 10,000 tsh berarti sekitar $8, di Indonesia jenis mainan seperti itu hanya sekitar Rp.3,000 yang bisa didapatkan di toko kecil.  Namun jika kita convert $8 tersebut ke Indonesia Rupiah maka di Tanzania harga mainan tersebut menjadi hampir Rp. 80,000. Jadi beli segala keperluan di Indonesia.

6. Untuk urusan banking, bank internasional yang tersedia di Indonesia dan juga tersedia di Tanzania adalah standard chartered. Jadi jika memiliki rekening pada bank ini maka dapat dengan mudah diambil di Tanzania. Namun ada cara lain yaitu menggunakan fasilitas Visa. Saya sendiri kurang memahami kemampuan ATM dengan fasilitas Visa, namun yang pasti kartu ATM BCA tidak dapat digunakan, menurut pendapat saya karena PIN yang digunakan oleh ATM BCA adalah 6 digit sedangkat di Tanzania umumnya 4 digit. Kartu ATM dengan fasilitas Visa yang terbukti dapat dipergunakan adalah Mandiri. Jadi sebaiknya di Indonesia buka tabungan Mandiri dengan fasilitas kartu ATM platinum (biar bisa ambil banyak sekali tarik duit dari ATM), dengan begitu kita bisa tarik duit dalam bentuk TSH menggunakan kartu ATM mandiri tersebut (jangan kaget klo ternyata duit Rupiah nya cepat berkurang, karena 100,000 TSH berarti sekitar Rp.800, 000 dan itu paling hanya cukup untuk 1x isi bensin sampai full dan 2x makan siang).

Itu aja dulu mengenai Living Cost di Tanzania, jika ada yang mendapatkan project atau kesempatan bekerja di Tanzania bisa contact saya untuk mencari informasi tambahan. Di Tanzania, KBRI nya termasuk aktif. Bisa dibilang tiap sebulan sekali mengadakan acara rutin, jadi komunitas orang Indonesia di Tanzania cukup kompak dan aktif.

Cheers

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

© 2009 Cyberheb. All Rights Reserved.

This blog is powered by Wordpress and Magatheme by Bryan Helmig.