Cyberheb

[k-elektronik /export/home/staff/cyberheb]# cat .live

Pointer File

TAGS: None

So, sudah hampir 2 minggu sejak kerja di Tbilisi, Georgia, badan saya selalu kelelahan tiap pulang kerja. Entah karena lokasi tbilisi yang berada di dataran tinggi dan dekat daerah pegunungan sehingga udara disini lebih tipis, yang klo tidak salah dulu semasa di sekolah saya pernah membaca daerah seperti ini membuat tubuh kita bekerja lebih keras untuk merebut oksigen, atau karena energi yang dikeluarkan ditempat kerja jauh lebih berat dibandingkan tempat-tempat sebelumnya.

Sebetulnya saya sangatlah beruntung bisa dipercaya untuk meng-handle project HLRD/NT-HLR di Georgia, padahal pengalaman HLRD hanya belajar secara cepat di lapangan waktu handle project HLRi Tanzania. Walaupun HLRD bisa dibilang teknologi yang dibangun diatas HLRi dengan tambahan Apertio sebagai databasenya (LDAP Based), namun tetap saja umumnya suatu project akan mempertimbangkan pengalaman dari konsultan yang dicari.

So, here I am, memulai petualangan baru di salah satu negara caucasia.

Tipikal orang eropa adalah smart dan disiplin. Setelah customer Tanzania yang penuh office politik dan pressure sana sini, sekarang mendapatkan customer yang curiousity-nya cukup tinggi, didukung dengan background mereka tentang dunia IT yang cukup baik. Engineernya fasih menggunakan Linux, bahkan terbiasa membaca file melalui hex viewer, dan juga memahami programming dengan baik. Team leader customer adalah orang yang sudah cukup tua, mungkin hampir 60 tahun umurnya (kakek-kakek) tapi cerdas mengenai programming. Kebetulan disini ada masalah yang harus ditangani melalui patch software, dan sang kakek ingin tahu lebih dalam mengenai isi patch tersebut serta mekanisme kerja sistem saat ini secara mendetail dan low-level plus dimana posisi patch tersebut akan dilakukan.

Jadilah akhirnya saya ubek-ubek sistem dengan modal beragam dokumentasi (thx buat salah satu rekan di project Indonesia yang sering kasih dokumentasi lengkap :P ) plus support dari NSN Germany. Inti masalah mungkin tidak bisa diceritakan disini karena sifatnya vendor propriatary, tapi hal menarik disini adalah masalah pointer.

Salah satu isi teknologi dari sistem yang dihandle saat ini adalah SOAP (Simple Object Access Protocol), dimana terdapat SOAP Client dan SOAP server. SOAP client akan menghandle suatu proses yang disebut trigger dan merupakan hasil dari suatu proses di database, dalam hal ini LDAP. Teknologi C-NTDB dari apertio menggunakan in-memory execution, yang berarti segalanya di load ke memory, dalam hal ini harddisk hanya menjadi tempat penyimpanan untuk hal-hal seperti sistem operasi. Proses ini sangat cepat, dan karena sangat cepat sehingga SOAP Client yang dibatasi untuk meng-handle hasil transaksi setiap range waktu tertentu untuk kemudian dikirimkan ke SOAP Server tidak dapat langsung memproses hasil transaksi database tersebut. Alhasil, digunakan metode temporary storage didalam disk yang biasa disebut buffer.

Secara logis, hasil transaksi yang tidak bisa dihandle oleh SOAP Client karena jumlahnya yang terlalu besar akan masuk ke suatu file buffer terlebih dahulu, kemudian jika ada slot kosong dari proses SOAP Client yang aktif maka proses tersebut akan membaca dari file buffer untuk kemudian dikirim request nya ke SOAP Server. Standard procedure dan semua orang sudah tau tentang algoritma seperti ini.

Yang menjadi pertanyaan spesifik dari customer adalah bagaimana internal proses dari SOAP Client tersebut, dimana SOAP Client menggunakan suatu file pointer sebagai acuan mengenai data yang ada di dalam file buffer. Bagaimana mekanisme SOAP Client dalam menggunakan file pointer untuk mengetahui di segment mana dalam file buffer letak request selanjutnya yang belum di proses ke SOAP server?!

Pertanyaan yang harus saya jawab dengan menggunakan terminologi programming kepada customer.

Yang kemudian lucu adalah ketika customer dengan rasa ingin tahu tinggi tersebut bermain-main dengan file buffer serta file pointernya. File buffer adalah text file yang size maximumnya bisa 1 GB, sedangkan file pointer adalah binary, yang jika dibuka dengan hexa viewer / di dump dengan hexdump hasilnya seperti berikut:

$ file DEFAULT.msgBuf.ptr
DEFAULT.msgBuf.ptr: data
$ hexdump HLR-RR-DEL-DEFAULT.msgBuf.ptr
0000000 5340 0a0f 0000 0000 6f2f 7470 732f 6664
0000010 742f 706d 732f 616f 2f70 4c48 2d52 5252
0000020 442d 4c45 442d 4645 5541 544c 6d2e 6773
0000030 7542 0066 0000 0000 0000 0000 0000 0000
0000040 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000
*
0000070 ee2d 00d6 0000 0000 0000 0000 0000 0000
*
0000090 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000
*
00000b0

Pertanyaan customer cukup sederhana, jika file pointer tersebut mengatur SOAP Client untuk mengambil request yang mengantri dari suatu file text dalam disk, seharusnya file pointer tersebut berisi informasi yang bisa dilihat. Tapi pada kenyataannya dalam bentuk hexa diatas hanya ada informasi mengenai absolute path (offset 0×00000008 – 0×00000033) dari file buffer serta ukuran (offset 0×00000070 – 0×00000073) file bufer tersebut, tidak ada informasi mengenai segment keberapa yang harus diambil oleh SOAP Client dari file buffer untuk dieksekusi.

Well, untuk masalah ini saya katakan bahwa dalam suatu sistem ada file-file khusus yang hanya bisa dibaca oleh suatu proses atau aplikasi tertentu, tapi tidak bisa dibaca oleh aplikasi lain. Awalnya mereka bersikeras bahwa suatu file walaupun binary tetap saja hanyalah kumpulan bit, yang jelas-jelas terlihat diatas bahwa selain absolute path serta informasi file size tidak ada data lain, yang berarti seharusnya NSN memiliki penjelasan lain yang masuk akal bahwa masalah saat ini bukan datang dari file pointer tersebut melainkan mungkin ada bug lain, seperti layaknya kernel linux yang seharusnya open terhadap dunia tapi terkadang di-patch secara diam-diam oleh core developer tanpa ada changelog yang jelas :P .

Dari NSN support jawabannya juga sama dengan perkiraan saya sebelumnya, file pointer adalah spesifik untuk SOAP Client, dan hanya SOAP Client yang bisa membaca informasi didalamnya dan mengerti bagaimana menggunakan informasi tersebut. Hal ini akhirnya saya sampaikan pada customer dan bilang sama mereka “you have to accept that” hehe..

Huff, tiap hari sebisa mungkin saya gunakan untuk mempelajari dengan baik sistem HLRD ini, semakin banyak masalah maka semakin banyak hal yang bisa digali dan itu akan mempercepat proses belajar disini. Semoga saja untuk short-term kontrak disini (rencana cuma sampai lebaran, dan saya serta istri sudah mempertimbangkan untuk tidak extend jika ada tawaran karena disini kurang nyaman terutama bagi muslim) banyak hal yang bisa didapatkan untuk digunakan sebagai modal project-project berikutnya di negara lain. Amin.

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Security on Mind

TAGS: None

Well…somehow, sedikit demi sedikit saya mulai meninggalkan dunia per-security-an. Klo di ingat-ingat, mirip seperti meninggalkan basket dulu. Tapi ternyata sangat menguntungkan memiliki pengalaman di bidang security, at least tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Beberapa minggu terakhir digunakan untuk mempelajari HLRD. Sampai-sampai saya sedikit di kritik karena lebih banyak menghabiskan waktu di ruang mesin daripada di kantor. Sebetulnya tidak ada masalah yang berarti di kantor untuk urusan operasional, tapi kenyataan bahwa saya dibayar untuk menghandle urusan operasional ketimbang “belajar” mau gak mau mengikuti keinginan customer untuk hadir di kantor setiap hari. Jadi hanya sisa waktu (sore hari) datang ke ruang mesin untuk melihat proses commisioning HLRD.

Read the rest of this entry »

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Core Specialist/Design di Brussel

TAGS: None

Beberapa hari terakhir ada tawaran dari salah satu agency di UK (milanconsulting), agent tersebut mencari orang yang mengerti seluk beluk HLRi Siemens untuk clientnya. Posisi yang ditawarkan adalah permanent untuk wilayah Brussels, Belgium. Saya sendiri belum begitu jelas perusahaan apa yang disebutkan oleh agency tersebut, namun sepertinya sih semacam perusahaan konsultan yang menyediakan servis untuk operator telekomunikasi (GSM/UMTS) di Brussel, tebakan saya perusahaan tersebut menyediakan servis untuk Belgacom.

Di Indonesia sendiri juga ada perusahaan semacam itu, dan sepengetahuan saya ADA Cell adalah salah satu pemain awal di Indonesia.

Read the rest of this entry »

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

HLRD di Tanzania

Tags:

Setelah penantian yang panjaaaang, akhirnya datang juga mesin-mesin HLRD dan siap di commisioning. Instalasi mesin/hardware mendatangkan orang dari FSC South Africa, terutama dalam hal cabling. Bagian instalasi tanggung jawabnya sampai turn-on mesin. Setelah itu masuk bagian gak tau apa namanya, tapi yang mengerjakan orang staging center, Germany. Jadi tugasnya adalah melakukan persiapan terhadap mesin untuk commisioning. Commisioning (yang berarti konfigurasi sistem sesuai data planning) akan dilakukan oleh orang dari NSN South Africa yang telah beberapa bulan on-the-job training di German akhir tahun lalu. Nah, tugasnya orang staging center adalah mempersiapkan platform HLRD bagi commisioner dari SA tersebut.

Orang staging center yang datang ke Tanzania bukan orang yang asing di dunia HLRi/HLRD/IN Siemens, namanya adalah Mathias Kihr. Selain mathias ada beberapa orang lagi yang satu bagian dengan dia. Tugas mereka adalah keliling dunia untuk melakukan commisioning platform maupun commisioning sistem hingga integrasi. Nah, mathias merupakan salah satu orang yang membangun sistem HLRi pertama di Indonesia untuk Telkomsel. Jadi namanya sangat populer diantara engineer-engineer IN/HLRi Indonesia. Saat baru masuk Siemens tahun 2006 lalu saya sering mendengar namanya dari para senior, mereka memuji kehebatan beliau ini. Tapi berhubung saya masuk Siemensnya cukup telat jadi gak dapat kesempatan belajar langsung dari Mathias/Olaf, 2 orang yang namanya sering disebut-sebut dulu.

Read the rest of this entry »

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

Monthly Report & Paper Work

Tags:

Gw benci paperwork, jauh lebih menyenangkan bekerja langsung dengan mesin. At least, pemikiran itu muncul sampai beberapa hari terakhir.

Jadi ceritanya mulai bulan lalu NSN Tanzania ingin ada report bulanan mengenai operasional untuk IN dan HLRi, buat gw itu salah satu metode manager operasional NSN untuk menunjukan sesuatu yang berharga ke pihak management vodacom sebagai client. Well, sama sekali gak salah.

Yang menjadi masalah adalah ketika bulan lalu gw dan rekan dari bidang IN (roch) disuruh untuk membuat report bulanan tersebut namun sang manager tidak memberitahukan hal-hal apa saja yang harus dituangkan pada report tersebut. Dia cuma bilang “masukan apa saja yang kalian bisa”. Alhasil, gw masukin dengan *cukup* membabi buta dan tanpa arah beberapa hal berkaitan dengan HLRi selama bulan February 2009. Gak semuanya tanpa arah sebetulnya. Gw cukup memperhatikan beberapa poin yang kira-kira penting saat itu.

Singkatnya, report dikumpulkan ke direktur vodacom dan di lihat oleh semua pihak. Dalam waktu beberapa saat, ada email balasan ke sang manager NSN tentang poin-poin dan kritik mengenai report tersebut. Dan juga diberikan contoh report dari bagian lain yang telah terbukti bagus. Gw baca baik-baik dan gw bandingin dengan report dari bagian lain, dalam waktu sekejap report yang gw buat itu kelihatan seperti hasil pekerjaan anak SMP. Jelek banget.

Sebetulnya gak bisa disalahkan juga, karena sang manager memberikan tugas yang cukup nyeleneh. Tugas gw adalah konsultan yang mengurusi bagian technical, jelas bingung harus memasukan data-data apa saja dalam report tersebut untuk disajikan kepada bidang management, TANPA template yang jelas. Hal yang sama juga dirasakan oleh roch. Harusnya jenis report seperti ini dibuat oleh bagian lain, terlebih lagi dalam report tersebut diharapkan adanya hal-hal seperti utilization dan forecasting. Untuk masalah forecasting seharusnya sudah ada bagian tersendiri, yaitu planner. Dan planner lah yang harusnya menentukan dan meminta langsung data-data yang dibutuhkan kepada bagian operasional untuk kemudian di compile menjadi data laporan sajian bagi management.

Tapi setelah gw baca-baca report dari bagian lain tersebut, sepertinya cukup menarik. Intinya adalah report bulanan tersebut mampu menyajikan data-data mentah technical dari operasional menjadi dokumen yang menggambarkan keadaan sistem selama bulan tersebut, dan jika dibandingkan data dari bulan-bulan sebelumnya kita bisa melihat pertumbuhan kinerja mesin yang bersangkutan. Sajian dokumen ini akan membantu pihak management dalam mengambil berbagai keputusan penting.

Salah satu contoh mudah untuk bidang HLR adalah pertumbuhan subscriber. Setiap bulan akan dimasukan data pelanggan baru, dari data pelanggana tersebut bisa didapatkan berapa banyak active subscriber. Dengan mengetahui data active subscriber per bulan, dapat dilihat pertumbuhannya dan pihak management dapat melakukan analisis kira-kira berapa kapasitas yang dibutuhkan pada beberapa bulan kedepan. Menarik.

Gw coba baca-baca buku management. Buku yang saat ini dibaca dan isinya betul-betul sangat menarik adalah “Successful Manager Handbook”, yang salah satu intinya adalah memanfaatkan berbagai fasilitas untuk penyampaian data secara tertulis. Digambarkan juga bagaimana caranya menyajikan data-data mentah untuk menjadi suatu laporan yang padat dan berisi untuk pihak management yang lebih tinggi.

Setelah membaca beragam teori dan melihat contoh template laporan untuk management, gw coba untuk merangkai konsep-konsep yang akan dituangkan kedalam laporan. Ada satu masalah yang cukup menghalangi, yaitu grafik-grafik dari sistem terlalu jelek untuk dituangkan dalam bentuk laporan tertulis, salah satunya karena latar belakang grafik tersebut berwarna hitam pekat. Gw coba beberapa fungsi Microsoft Word untuk OS X, ternyata bisa menemukan berbagai fungsi grafik yang prosesnya cukup mudah. Edit data mentah ke Microsoft Excel, dan keluar datanya secara otomatis dalam bentuk grafik di Micorosoft Word. Dan graphic art nya sooo Kewl :) . Berikut ini beberapa contoh hasilnya:

USSD
CPU

Sekarang gw baru paham kenapa banyak orang-orang management dan marketing menggunakan produk Apple. Sangat cantik dan mudah :) . Namun sayang nya beberapa data mentah dari HLRi sangat banyak, dan sangat membosankan untuk memasukan data satu per satu kedalam table Excel. Untuk mempercepat proses maka gw buat beberapa script sederhana dengan ruby yang intinya adalah memproses data mentah (CSV) dengan memfilter bagian-bagian yang akan diambil, dan kemudian dipisahkan dengan dibentuk kembali menjadi file format CSV. Format CSV akan sangat mudah dibuka dengan Excel, sisanya adalah tinggal kopi paste ke beberapa table untuk menjadi grafik yang akurat. Seharusnya jika bekerja di lingkungan OS X bisa lebih lengkap lagi, mungkin bisa langsung menghasilkan table untuk di include kan sebagai grafik di word (dengan ObjC?!), sayang pengetahuan tentang permrograman di lingkungan OS X masih kurang jadi belum bisa sejauh itu :( .

Asyik juga, dengan adanya tugas seperti ini secara tidak langsung belajar banyak hal yang berhubungan dengan management. Ternyata ilmu management itu sangat menarik dan tidak kalah dengan masalah-masalah teknikal. Cukup senang juga karena bisa memuaskan pihak management customer, dan sjk sekarang report tersebut dijadikan template bulanan yang selanjutnya akan dikerjakan oleh tim lokal customer untuk HLRi setiap bulan. Well, sayangnya gw bilang ke mereka klo template dalam bentuk Word spesifik untuk OS X, itu sebabnya report yang dikumpulin gw compile ke PDF. Bukan berarti tidak mau share template aslinya (huh, ada jg sih pemikiran spt itu :P ), tapi sayangnya template tsb (setau gw saat ini) hanya bisa dibuka oleh Microsoft Word OS X, jd orng-orng lokal sini harus bekerja lebih keras untuk membuat graphic art yang sama.

Tapi format Word OS X kenapa jadi berantakan dan grafik-nya hilang ya saat di-save ke format Word untuk M$ Windows?!

http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://blog.cyberheb.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png

© 2009 Cyberheb. All Rights Reserved.

This blog is powered by Wordpress and Magatheme by Bryan Helmig.